السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْــــــ...ــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

Jumat, 03 Agustus 2012

بِسْــــــ...ــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

sahabat..
ana hanya hamba Allah yang lemah..
berbagai macam penyakit di dalam diri ini..
datang menggerogoti kekuatan ana..
hingga melemah tiada berdaya..
Ya Allah ya Robb,,
hanya dengan KuasaMu lah ana bisa kuat..
hanya dengan izinMu ana bisa menulis seperti ini..
mohon maaf ana sampaikan buat sahabat yang mungkin pernah
ana sakiti perasaannya..
kini hanya layar datar ini saja yang dapat menjadi penghibur ana
dikala ana sedih, dikala ana sakit, dikala ana merindukan sahabat..
juga tetap berdo'a,, semoga ana bisa seperti dulu lagi..
sehat dan dapat berkumpul bersama-sama kembali..
bersenda gurau berbagi kasih
dan menjalin ukhuah silahturahmi yang mesra..
insyaAllah.. :)

آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّ


Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalamu'allaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

♥ PERJALANAN WANITA SOLEHAH ♥

Sahabat Saudaraku Fillah yg dirahmati Allah, Apa yang penting ialah menghayati falsafah dan hikmah di sebalik perkahwinan. Al Quran adalah sebaik-baik dan seterang-terang penyuluh untuk memahami rahsia Allah ini. Allah SWT menjelaskan bahawa tujuan perkahwinan adalah untuk mendatangkan ketenangan di dalam hati serta menimbulkan kasih sayang dan kecintaan antara suami dan isteri.


Ketenangan terhasil melalui hubungan yang halal di antara lelaki dan perempuan. Sedangkan sesuatu yang halal mempunyai unsur yang sangat penting iaitu keberkatan dari Allah SWT. Hubungan yang tidak diberkati Allah SWT adalah ibarat kayu yang rapuh. Tali simpulan yang mengikatnya adalah tidak kukuh.


Perkahwinan yang ‘mahal’ harganya bukanlah menjadi jaminan kepada keberkatan perkahwinan dan hubungan yang kekal selamanya. Bahkan Rasulullah SAW telah menegaskan di dalam hadis Baginda bahawa sebaik-baik wanita yang ingin dikahwini adalah mudah urusan perkahwinannya dan murah maharnya.


• WANITA SOLEHAH

Sebab itu, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya agar memilih wanita solehah untuk dijadikan isteri. Sabda Baginda ;

“Dinikahi akan wanita itu kerana empat perkara ; kerana kecantikannya, dan kerana keturunannya, dan kerana hartanya dan kerana agamanya. Maka pilih olehmu wanita yang beragama nescaya akan beruntung kedua tanganmu”


Imam Muslim telah meriwayatkan sebuah lagi hadis mengenai wanita solehah ;

“Dunia itu merupakan mata benda, dan sebaik-baik mata benda dunia adalah wanita yang solehah”


Syarat utama memilih bakal pasangan hidup adalah ‘agama’. Maka bagi saya, kalau memang confirm wanita yang kita bakal kahwini itu wanita solehah dan kuat pegangan agamanya, biarlah mahal sekalipun mahar nikahnya sekalipun tidak mengapa. Kalau yang kita ingin kahwini itu tidak solehah, maka mahar yang mahal hanya akan kerugian.


Isteri solehah adalah sebaik-baik teman. Dia juga adalah sebaik-baik penasihat. Jika dia wanita beragama, maka agama dan taqwanya akan memandu hidupnya serta dapat membantu kita dengan nasihat dan tegurannya. Kecantikan isteri juga oenting namun ia bukan syarat utama. Tidak ada gunanya isteri yang cantik yang kecantikannya itu hanya untuk tatap n orang lain. Mendedahkan kecantikannya pada apa yang diharamkan Allah.


• CANTIK DI SISI ALLAH


Kecantikan yang hakiki adalah kecantikan pada pandangan Allah SWT. Sabda Rasulullah SAW ;

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa parasmu, dan bukan juga kepada tubuh badanmu. Tetapi Allah memandang kepada amalanmu dan juga hatimu”


Cantik bukannya pada kepandai memperagakan tubuh, bukan juga pada rambut yang diurai di hadapan lelaki ajnabi jauh sekali kecantikan yang hanya untuk dipuji manusia sebaliknya dikeji Allah kerana perbuatan mendedahkan aurat yang diharamkan Allah. Tatpi cantik yang sebenar adalah kecantikan iman dan taqwa serta keikhlasan ibadah dan kesungguhan taat kepada Allah SWT.


Ambil contoh Saiyyiduna Bilal, walaupun hitam belegam kulitnya, namun hatinya lebih putih dari susu. Kekuatan iman dan aqidahnya telah menjadikan dia mulia di sisi Allah SWT.




♥☆ Semoga Bermanfaat ♥☆
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalamu'allaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

♥ Kisah Wanita Cantik Nan Shalihah di Madinah ♥


Suatu hari, di Madinah ada seorang wanita cantik shalihah lagi bertakwa. Bila malam mulai merayap menuju tengahnya, ia senantiasa bangkit dari tidurnya untuk shalat malam dan bermunajat kepada Allah.


Tidak peduli waktu itu musim panas ataupun musim dingin, karena di situlah letak kebahagiaan dan ketentramannya. Yakni pada saat dia khusyu’ berdoa, merendah diri kepada sang Pencipta, dan berpasrah akan hidup dan matinya hanya kepada-Nya.


Dia juga amat rajin berpuasa, meski sedang bepergian. Wajahnya yang cantik makin bersinar oleh cahaya iman dan ketulusan hatinya.


Suatu hari datanglah seorang lelaki untuk meminangnya, konon ia termasuk lelaki yang taat dalam beribadah. Setelah shalat istikharah akhirnya ia menerima pinangan tersebut. Sebagaimana adat kebiasaan setempat, upacara pernikahan dimulai pukul dua belas malam hingga adzan subuh.


Namun wanita itu justru meminta selesai akad nikah jam dua belas tepat, ia harus berada di rumah suaminya. Hanya ibunya yang mengetahui rahasia itu. Semua orang ta’jub.


Pihak keluarganya sendiri berusaha membujuk wanita itu agar merubah pendiriannya, namun wanita itu tetap pada keinginannya, bahkan ia bersikeras akan membatalkan pernikahan tersebut jika persyaratannya ditolak. Akhirnya walau dengan bersungut pihak keluarga pria menyetujui permintaan sang gadis.


Waktu terus berlalu, tibalah saat yang dinantikan oleh kedua mempelai. Saat yang penuh arti dan mendebarkan bagi siapapun yang akan memulai hidup baru. Saat itu pukul sembilan malam. Doa ‘Barakallahu laka wa baaraka alaika wa jama’a bainakuma fii khairin’ mengalir dari para undangan buat sepasang pengantin baru.


Pengantin wanita terlihat begitu cantik. Saat sang suami menemui terpancarlah cahaya dan sinar wudhu dari wajahnya. Duhai wanita yang lebih cantik dari rembulan, sungguh beruntung wahai engkau lelaki, mendapatkan seorang istri yang demikian suci, beriman dan shalihah.


Jam mulai mendekati angka dua belas, sesuai perjanjian saat sang suami akan membawa istri ke rumahnya. Sang suami memegang tangan istrinya sambil berkendara, diiringi ragam perasaan yang bercampur baur menuju rumah baru harapan mereka. Terutama harapan sang istri untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah.


Setibanya di sana, sang istri meminta ijin suaminya untuk memasuki kamar mereka. Kamar yang ia rindukan untuk membangun mimpi-mimpinya. Di mana di kamar itu ibadah akan ditegakkan dan menjadi tempat di mana ia dan suaminya melaksanakan shalat dan ibadah secara bersama-sama.


Pandangannya menyisir seluruh ruangan. Tersenyum diiringi pandangan sang suami mengawasi dirinya. Senyumnya seketika memudar, hatinya begitu tercekat, bola matanya yang bening tertumbuk pada sebatang mandolin yang tergeletak di sudut kamar. Wanita itu nyaris tak percaya. Ini nyatakah atau hanya fatamorgana? Ya Allah, itu nyanyian? Oh bukan, itu adalah alat musik. Pikirannya tiba-tiba menjadi kacau. Bagaimanakah sesungguhnya kebenaran ucapan orang tentang lelaki yang kini telah menjadi suaminya.


Oh… segala angan-angannya menjadi hampa, sungguh ia amat terluka. Hampir saja air matanya tumpah. Ia berulang kali mengucap istighfar, Alhamdulillah ‘ala kulli halin. “Ya bagaimana pun yang dihadapi alhamdulillah. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala kegaiban.”


Ia menatap suaminya dengan wajah merah karena rasa malu dan sedih, serta setumpuk rasa kekhawatiran menyelubung. “Ya Allah, aku harus kuat dan tabah, sikap baik kepada suami adalah jalan hidupku.” Kata wanita itu lirih di lubuk hatinya. Wanita itu berharap, Allah akan memberikan hidayah kepada suaminya melalui tangannya.


Mereka mulai terlibat perbincangan, meski masih dibaluti rasa enggan, malu bercampur bahagia. Waktu terus berlalu hingga malam hampir habis. Sang suami bak tersihir oleh pesona kecantikan sang istri. Ia bergumam dalam hati, “Saat ia sudah berganti pakaian, sungguh kecantikannya semakin berkilau. Tak pernah kubayangkan ada wanita secantik ini di dunia ini.”


Saat tiba sepertiga malam terakhir, Allah ta’ala mengirimkan rasa kantuk pada suaminya. Dia tak mampu lagi bertahan, akhirnya ia pun tertidur lelap. Hembusan nafasnya begitu teratur. Sang istri segera menyelimutinya dengan selimut tebal, lalu mengecup keningnya dengan lembut. Setelah itu ia segera terdorong rasa rindu kepada mushalla-nya dan bergegas menuju tempat ibadahnya dengan hati melayang.


Sang suami menuturkan, “Entah kenapa aku begitu mengantuk, padahal sebelumnya aku betul-betul ingin begadang. Belum pernah aku tertidur sepulas ini. Sampai akhirnya aku mendapati istriku tidak lagi di sampingku. Aku bangkit dengan mata masih mengantuk untuk mencari istriku.


Mungkin ia malu sehingga memilih tidur di kamar lain. Aku segera membuka pintu kamar sebelah. Gelap, sepi tak ada suara sama sekali. Aku berjalan perlahan khawatir membangunkannya. Kulihat wajah bersinar di tengah kegelapan, keindahan yang ajaib dan menggetarkan jiwaku.
Bukan keindahan fisik, karena ia tengah berada di peraduan ibadahnya.


Ya Allah, sungguh ia tidak meninggalkan shalat malamnya termasuk di malam pengantin. Kupertajam penglihatanku. Ia rukuk, sujud dan membaca ayat-ayat panjang. Ia rukuk dan sujud lama sekali. Ia berdiri di hadapan Rabbnya dengan kedua tangan terangkat.

Sungguh pemandangan terindah yang pernah kusaksikan.


Ia amat cantik dalam kekhusyu’annya, lebih cantik dari saat memakai pakaian pengantin dan pakaian tidurnya. Sungguh kini aku betul-betul mencintainya, dengan seluruh jiwa ragaku.”


Seusai shalat ia memandang ke arah suaminya. Tangannya dengan lembut memegang tangan suaminya dan membelai rambutnya. Masya Allah, subhanallah, sungguh luar biasa wanita ini. Kecintaannya pada sang suami, tak menghilangkan kecintaannya kepada kekasih pertamanya, yakni ibadah. Ya, ibadah kepada Allah, Rabb yang menjadi kekasihnya.


Hingga bulan ke depan wanita itu terus melakukan kebiasaannya, sementara sang suami menghabiskan malam-malamnya dengan begadang, memainkan alat-alat musik yang tak ubahnya begadang dan bersenang-senang.


Ia membuka pintu dengan perlahan dan mendengar bacaan Al-Qur’an yang demikian syahdu menggugah hati. Dengan perlahan dan hati-hati ia memasuki kamar sebelah. Gelap dan sunyi, ia pertajam penglihatannya dan melihat istrinya tengah berdoa. Ia mendekatinya dengan lembut tapi cepat. Angin sepoi-sepoi membelai wajah sang istri.

Ya Allah, perasaan laki-laki itu bagai terguyur. Apalagi saat mendengar istrinya berdoa sambil menangis. Curahan air matanya bagaikan butiran mutiara yang menghiasi wajah cantiknya.


Tubuh lelaki itu bergetar hebat, kemana selama ini ia pergi, meninggalkan istri yang penuh cinta kasih? Sungguh jauh berbeda dengan istrinya, antara jiwa yang bergelimang dosa dengan jiwa gemerlap di taman kenikmatan, di hadapan Rabbnya. Lelaki itu menangis, air matanya tak mampu tertahan. Sesaat kemudian adzan subuh. Lelaki itu memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini, ia lantas menunaikan shalat subuh dengan kekhusyukan yang belum pernah dilakukan seumur hidupnya.


Inilah buah dari doa wanita shalihah yang selalu memohonkan kebaikan untuk sang suami, sang pendamping hidup.


Beberapa tahun kemudian, segala wujud pertobatan lelaki itu mengalir dalam bentuk ceramah, khutbah, dan nasihat yang tersampaikan oleh lisannya. Ya lelaki itu kini telah menjadi da’i besar di kota Madinah.


Memang benar, wanita shalihah adalah harta karun yang amat berharga dan termahal bagi seorang lelaki bertakwa. Bagi seorang suami, istri shalihah merupakan permata hidupnya yang tak ternilai dan “bukan permata biasa”.




♥☆ Semoga Bermanfaat dan bisa diambil hikmahnya ♥☆


~~Ilmu Terindah Dari Sebuah Melayani ~~

Disaat wanita telah memasuki gerbang pernikahan, maka Allah akan menyediakan kesempatan bagi kita, untuk menjadi pribadi yang indah, bahkan jauh sangat lebih indah.

Dan sungguh, menjadi istri adalah sebuah keindahan yang tidak semua orang akan merasakan kesemua itu. Dan keindahan itu akan terasa sangat lebih indah saat kita dapat dari dalam hati m
enyadari dan ikhlas karena Allah tentang sebuah melayani.
Lihatlah betapa indahnya dirimu dengan melayani, senyummu tampak sumringah karena ingin seseorang yang kau layani akan merasa terdamaikan oleh keadaan karena adanya dirimu. Walau dalam bagaimanapun adanya keadaanmu sendiri.

Lihatlah betapa damai dirimu dengan melayani. Kau berikan jatah pikiran dan luasnya dadamu yang memang kadang sudah terasa sesak, demi kebahagiaan suami yang kau layani. Mengerti bahkan saat beliau tidak mngerti keadaan beliau sendiri, mendengarkan keluh kesah beliau, merangkul semua kondisi kacau balaunya beliau lengkap dengan semua kenegatifan sikap yang saat itu ditampilkan kepadamu. Manusia ajaib mana yang akan dapat begitu memaklumi keadaan dengan tetap tenang, selain seseorang yang memang tahu arti dari melayani dan meniatkan semua karena Allah?



Lihatlah betapa teduhnya dirimu dengan melayani. Dalam keadaan yang sudah tidak memungkinkan bagi batin sabarmu untuk bisa bersabar lagi, kau masih berusaha mengkontrol semua kemanusiawianmu sebagai wanita kebanyakan yang menangis, memaki, manja pada keadaan dan lain sebagainya. Kesemua karena kesadaranmu untuk tidak ingin memberatkan hati suami yang kau layani.



Lihatlah betapa cantiknya dirimu dengan melayani, kau tampilkan dirimu begitu elegan didepan suamimu, karena perasaan yang tak ingin mengecewakan beliau karena acak- acakannya dirimu.

Lihatlah betapa lembut dirimu dalam balutan kata- kata yang indah, serta nada bicara yang santun saat melayani. Siapa di dunia ini yang tidak punya potensi untuk berteriak dan berlaku kasar? namun dengan kesadaran melayani, maka pilihanmu pun jatuh untuk bersikap sebaliknya demi kedamaian yang kau layani. Bukan sia- sia pada akhirnya, yakinlah bahwa titik akhir dari semua itu, adalah paling tidak keadaan yang akan berbalik melayani dan memuliakan dirimu. Di dunia ini, dimana sih manusia yang tidak suka dimengerti oleh orang lain, apalagi jika manusia tersebut adalah suami kita sendiri?


Lihatlah betapa telah menjadi sabar dirimu saat melayani, teredamlah kemarahanmu karena kesadaran atas diri bahwa melayani itu indah. Indah dalam membahagiakan orang lain, dan bahkan indah dalam mengindahkan dirimu untuk terlalu jauh dalam berdekatan dengan emosi. Keluh kesah memang kadang ada, namun tidak bertengger terlalu lama dan terhapuskan dengan keindahan kesadaran bahwa pada saat tersebut, Allah ridho terhadap kita. disudut lain dari hati, diri diam-diam berdoa bahwa semoga Allah menghapus dosa- dosa kita lewat kesakitan tersebut.

Lihatlah betapa dengan melayani, kau telah memberikan pelajaran berharga kepada para suami untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah. Dengan pelayananmu, maka akan tersibukkan hari-harinya untuk bersyukur kepada Allah atas karunia keindahan sepertimu.


Subhanallah, betapa keajaiban dari kesadaran sebuah melayani, malah akan menjadikan diri kita mulia, bahkan lebih mulia dan terperbaiki. Dengan melayani kau menjadikan dirimu pantas untuk disayangi dan bahkan tidak terlalu pantas untuk disakiti. Dan bahkan semua manusia pasti hanya mempunyai satu hati untuk menyayangi, tidak lebih. dengan melayani kau menjadikan dirimu muara bagi suamimu, manusia tempatnya merasa kembali kerumah, untuk bisa merasa santai dan terdamaikan.

Melayani bukan menjadikan dirimu korban dan pihak yang selalu terkalahkan. Dengan melayani justru kau mengindahkan dirimu, dan menampilkan keadaanmu yang mungkin bakat itu tidak pernah kau sadari, bahwa kau bisa menjadi seindah itu. Benar- benar sebuah pendidikan diri yang sangat elegan dan berkelas.
Dan memanglah benar- benar indah jika sebuah pernikahan yang benar- benar ditujukan karena ingin beribadah kepada Allah. Sungguh benar ternyata bahwa dunia ini memang indah, dan seindah-indah perhiasan dunia adalah Wanita yang sholihah. Allah menjadikan kita indah dengan menjadi seorang istri, dan akhir dari sebuah niat adalah tergantung diri kita bagaimana menjadikan konsep keindahan itu untuk benar- benar menjadi indah. InsyaAllah...

Salam

terkadang,, dengan keyakinan hatii nurani,
semua itu bisa menunjukkan jalan yang benar,,
asalkan tetap bertawakal kepada yg Kuasa dan berpasrah
terhadap apa yg terjadi,,
karena sesungguhnya,, Allah mengetahui apa yg tidak kita ketehaui,,
Allah memberikan apa yg kita butuhkan,, bukan yg kita inginkan,,
dan Allah maha adil lagi maha bijaksana,,

o<3o Tahajjud Cinta o<3o

Kau datang ketika duka

dan bintang bercahya

tunjukku ke jalan syurga

Ku haus di tengah laut

lemas mencari tempat berpaut

kirimkan aku kekuatan

serta pedoman di kesesatan

Ku sunyi dalam gembira

perih pedih tanggung derita

sungguh aku bukan wali

yang suci dari hina dan benci

Terlalu lama aku mencuba

terlalu banyak

cinta yang ku damba

tiada yang sempurna

hanyalah fana

Tuhan, ampuni hamba-Mu

Ku rebah di dada malam

memecah dendam yang lama diam

ku tanggalkan baju dunia

dakapku dengan selimut syurga

ya Tuhanku hanya padamu

tempat mengadu segala rindu

limpahi ku rahmat kasihmu

dalam tahajjud cinta bersujud


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..


♥♥ KARAKTER MUSLIMAH SEJATI ♥♥


♥♥ Taat kepada ALLAH lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada (Qs.4:43)


♥♥ Apa yang dicari seorang mukmin setelah takwa kepada ALLAH,tidak lebih baik dari seorang wanita yang shalehah,apabila diperintah ia mentaatinya,apabila dipandang sangat menyenangkan,apabila disumpah ia melaksanakan dengan jujur dan apabila ditinggal pergi ia menjaga dirinya dan harta suaminya
(HR. Ibnu Majah dari Abu Umamah r.a)


♥♥ Berkata Umar bin Khattab r.a dalam atsarnya:
"Tidak ada pemberian yang lebih baik kepada seseorang setelah pemberian iman kecuali wanita yang sholehah
♥♥ Anas bin Malik r.a berkata:RASULULLAH S.A.W. Bersabda:
"Barang siapa yang dikaruniai seorang istri yang sholehah berarti dia telah menyempurnakan setengah ad_diennya.maka hendaklah ia bertakwa kepada ALLAH pada setengah lainnya (HR. Tabrani,Hakim dan Baihaqi)


♥♥ RASULULLAH S.A.W bersabda:
"Harta yang paling baik ialah lisan yang berdzikir,hati yang bersyukur,seorang istri yang beriman yang membantu memperkuat keimanan suaminya (HR. Tirmidzi)
♥♥ Dari Abdullah bin 'Amr bin 'Ash bahwa RASULULLAH S.A.W bersabda:
"Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita sholehah (HR. MUSLIM)


♥♥ RASULULLAH S.A.W bersabda:
"Maukah aku beritahukan kepadamu tentang sebaik-baiknya harta pusaka seseorang?
Yaitu wanita sholehah yang menyenangkan jika dipandang,yang taat padanya jika disuruh,yang bisa menjaganya jika ditinggal pergi"
(HR. Abu Daud dan Al Hakim dari Umar r.a)


RASULULLAH S.A.W juga bersabda tentang karakter umum muslimah sejati atau muslimah sholehah.
"Sebaik-baiknya wanita ialah yang melahirkan anak,penyayang,memelihara kehormatannya,mulia pada kaca mata ahli keluarganya,menghormati suaminya ,menghiaskan dirinya hanya untuk suaminya tercinta,memelihara diri dari pandangan orang lain,mendengar kata-kata suaminya dan mentaati segala perintahnya.Jika bersama suaminya dia memberikan apa saja yang diperlukan suaminya dan dia tidak pula menolak ajakannya serta tidak merendah-rendahkan atau menghina kedudukan suaminya di hadapan orang lain".
(HR. Al-Tausi)


♥ Salam Erat Silaturahmi dan salam Santun Ukhuwah Fillah♥